Masih teringat kala itu, ketika saya diberi kehormatan (weleh) menemani guru saya yang baru pulang dari negeri sakura (Japan). Seperti biasa, beliau selalu berkicau dihadapan orang-orang yang ada di depan batang hidungnya, salah satunya ya saya. Tausiyah demi tausiyah pasti terlontar demi memenuhi kebutuhan hidupnya, yakni berbagi ilmu. Saat berjalan di salah satu spot di pantai parang tritis, dengan santainya beliau menebarkan jurus saktinya berupa wejangan-wejangan yang sangat enak untuk didengar.
"Yah, we nak lulus kuliah meh dadi opo?" tanyanya datar.
"Gak tahu pak." jawabku sambil geleng-geleng kepala.
"Jawaban bagus."
"Kok bagus?, emang kenapa?" tanyaku penasaran.
"Ya itu tandanya kamu siap dengan segala pekerjaan yang akan kamu terima nantinya". jawabnya penuh keyakinan.
Wuih, jawaban yang membuat saya lumayan lega. Ya walaupun itu tidak terlalu membuat saya merasa "wah" karena kondisi hidup saya yang saat itu tidak terlalu bersahabat dengan lingkungan sekitar. Jadi cukup meng-iya-kan saja, sambil tersenyum tentunya, hehe.
Saya malah merasa senang dan takjub ketika saya mengamalkan ucapan beliau itu kepada teman-teman kampus saya. Beberapa teman, saya beri pertanyaan plus jawaban persis seperti beliau, mereka hanya merespon biasa saja. Namun sebagian yang lain malah tercengang dan membuat mereka merasa hidup kembali, maklum mereka yang kala itu benar-benar dalam keadaan galau berat, jadi kata-kata tadi benar-benar memberi energi semangat yang luar biasa. Dan gara-gara kata-kata itu juga hidup mereka justru menjadi lebih baik, kuliah bisa berbisnis dan memiliki pendapatan yang lumayan besar. Sedangkan nasib saya malah mocar-macir entah kemana, yang jelas saya kurang beruntung -_-". Tapi tak apa, yang penting sudah berbagi ilmu adalah hal yang luar biasa dalam kehidupan saya, apalagi dapat membuat seseorang menjadi lebih bermakna.

0 komentar:
Posting Komentar